Minggu, 30 April 2017
Rindu Yang Tak Hilang
Akhir pekan ini aku seperti mendapat sebuah kejutan yang tidak terduga. Aku melihat seseorang yang telah mengalihkan duniaku, seolah-olah dia adalah pelita dalam kegelapan hatiku. Kejadian itu berlangsung seketika tanpa aku rencanakan, sungguh diluar dugaan. Hal itu bermula saat aku dan temanku mengisi waktu luang liburan dengan menonton sebuah film biografi dalam negeri yang baru dirilis di bioskop. Entah mengapa aku seperti ditarik oleh magnet yang tidak bisa aku lepaskan, seolah-olah aku tidak punya pilihan untuk menonton di tempat lain, aku hanya bisa menonton film itu di bioskop tersebut. Semua mengalir begitu saja hingga aku pun duduk dengan temanku dan siap untuk menonton. Ketika cuplikan film-film terbaru diputar di layar, ia tiba-tiba datang bagaikan cahaya diantara gelapnya studio. Tak kusangka ia duduk tepat disebelahku, seketika itu pula aku seperti terhipnotis olehnya, pandanganku teralihkan padanya mataku hanya bisa melihatnya, seakan-akan ia menjadi sosok yang aku nantikan. Tapi aku hanya bisa memandangnya saja, tanpa mengatakan sepatah kata pun aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Keberanian dalam diriku seperti menghilang, karena kekhawatiran pada ketidaksempurnaan yang aku miliki. Ternyata melihatnya terus membuat waktu terasa sangat cepat berlalu, aku tidak menyadari film telah selesai diputar. Ketika itu kekhawatiranku justru semakin besar, apakah aku harus bertindak atau tetap diam agar membuatnya merasa tidak gelisah dengan orang asing. Tapi sebisa mungkin aku berusaha untuk membuatnya tetap dalam pandanganku. Tapi aku tak bisa menghentikan langkahnya hingga ia pun menghilang sendiri dariku. Aku berusaha mencarinya lagi, tapi aku gagal untuk menemukannya, seketika itu pula perasaanku semakin kacau ,tidak karuan, bingung kemana ia pergi. Setelah ia menghilang aku pun memikirkan segalanya, bagaimana semua kejadian berlangsung pada hari itu. Sepanjang perjalanan pulang aku terus memikirkannya hingga aku menyadari bahwa semua kejadian itu seakan-akan telah diatur untuk bisa melihatnya. Rasa menyesal pun mulai melanda hatiku, mengapa tadi keberanianku menghilang, mengapa aku tidak mengatakan sepatah kata pun, mengapa aku khawatir, dan banyak lagi. Tapi apakah rasa penyesalan ini karena ketakutan dan kekhawatiranku padanya atau justru karena sifat sombong dan arogan yang aku miliki, yang merasa aku tidak membutuhkan dia? Namun sungguh di lubuk hatiku aku sungguh membutuhkan dia, hingga aku simpulkan bahwa penyesalan ini bukan karena kekhawatiranku padanya justru karena kesombongan yang aku miliki. Karena sifat sombong dan aroganku, aku merasa telah membuang suatu kesempatan yang sangat bernilai dan tak terduga oleh pikiranku. Namun apakah benar aku membuang kesempatan ini atau justru kejadian tadi hanya kebetulan saja? Sungguh aku ingin minta maaf jika membuang kesempatan ini, benar-benar aku minta maaf. Tapi jika semua kejadian tadi hanya kebetulan saja aku sungguh sangat berterima kasih sebesar-besarnnya karena dapat melihatnya, aku hanya ingin bisa bertemu dengannya lagi di suatu saat, ketika ia ada dalam pandanganku lagi aku akan langsung menghampirinya dan mengatakan bahwa aku ingin mengenalnya tanpa rasa kekhawatiran sedikit pun. Jika cara untuk bisa bertemu dengannya lagi adalah harus menghilangkan kesombongan yang aku miliki, seolah-olah aku tidak membutuhkan orang lain dalam hidupku ini, pasti aku akan melakukan untuknya.
by : PS
Yogyakarta 2017
Langganan:
Postingan (Atom)
Sisi Lain Lewotana di Mata Kids Zaman Now
Tutu Koda #8 Minggu (12/11/2017) pukul 17:45-19:45 WIB di Kantin Realino Sanata Dharma telah dilaksanakan diskusi “Tutu Koda #8”, d...
-
HAY SEMUA INI ADALAH FOTO+PERINGKAT ASIA'S NEXT TOP MODEL CYCLE 3 EPISODE 2 Episode 2 {K-pop Girls Groups} TEAM WIN {MELISA, G...
-
HAY SEMUA INI ADALAH FOTO+PERINGKAT ASIA'S NEXT TOP MODEL CYCLE 3 EPISODE 1 {PERTAMA} 1. Episode 1 {Gadis dalam putaran} Best ...
-
Tentang aku dan sayangku sayang, taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama? sebenarnya aku tak ingin tau karna bagiku k...
